warna, color scheme

Apa itu Teori Warna?

Apa itu Teori Warna? Teori warna merupakan salah satu dari pedoman warna yang digunakan untuk memilih warna-warna. Dalam teori warna, warna diatur dalam color wheel dan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: primary, secondary, dan tertiary. Warna dapat membantu membangun brand yang Anda punya, karena menurut 99designs.com “People decide whether or not they like a product in 90 seconds or less.

90% of that decision is based solely on color.” Orang-orang menentukan suka/tidak terhadap sebuah produk dalam 90 detik atau kurang. 90% dari keputusan itu berdasarkan warna. Jadi warna merupakan salah satu faktor penentu dalam membangun brand anda dan mendapatkan customer.

Skema Warna

Skema warna pertama dibuat oleh Sir Isaac Newton pada tahun 1666. Skema warna tersebut terbagi menjadi 3 warna dasar yaitu merah, kuning, dan biru, 3 warna sekunder yaitu warna yang dibuat dalam menggabungkan warna dasar seperti: hijau, orange, ungu, dan 6 warna tersier (warna yang dibuat dari warna dasar dan sekunder, seperti biru kehijauan.

Dalam skema warna dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu warna hangat ( merah, orange, kuning) dan warna dingin ( biru, hijau, ungu). Pembagian ini didapat dengan menggambar garis lurus di tengah. Warna-warna hangat melambangkan energi, sesuatu yang terang, dan kegiatan, sedangkan warna dingin melambangkan ketenangan.

Skema warna dapat dibagi jadi beberapa bagian:

Complementary

complementary color
Complementary Color

Warna complementari adalah warna yang berlawanan dalam skema warna, seperti merah dan hijau. Penggunaan warna complementari dapat membuat kontras tinggi sehinga desain menjadi semakin berwarna.

Analogous

Analogous Color, percetakan tangerang
Analogous Color

Warna analogous adalah warna yang didapat dari pemilihan warna yang bersebelahan dari warna yang dipilih. Penggunaan warna analogous menciptakan desain yang nyaman dipandang dan cocok. Biasanya dipilih satu warna sebagai warna utama, warna kedua sebagai penyeimbang dan warna ketiga untuk aksen.

Triadic

Triadic Color, percetakan tangerang
Triadic Color

Warna triadic didapat dari penggunaan tiga warna yang tersebar merata pada skema warna. Warna triadic biasanya sedikit lebih cerah. Penggunaan warna triadic harus seimbang, dengan menggunakan satu warna utama dan dua warna sebagai penyeimbang.

Split complementary

Split Complementary Color, percetakan tangerang
Split Complementary

Warna Split complementary menggunakan variasi dari warna complementary, dengan menggunakan 2 warna bersebelahan dari warna yang berseberangan. Warna ini biasa dipilih para pemula desain karena susah dibuat berantakan.

Tetradic

Tetradic color, percetakan tangerang
Tetradic Color

Skema warna persegi panjang atau tetradic menggunakan 4 warna  yang terbuat dari 2 warna komplementari. Penggunaan warna tetradic dapat memberikan banyak varian dan bekerja dengan baik ketika satu waran dominan.

Square

square color, percetakan tangerang

Skema warna persegi atau square, mirip dengan persegi panjang, tetapi penggunaan warnanya membentuk persegi dengan 4 warna. Penggunaan warna persegi bekerja lebih baik ketika satu warna dominan.

Terdapat banyak sekali warna yang dapat digunakan untuk mempercantik brand Anda. Skema warna diatas merupakan skema warna untuk mempermudah Anda dalam mendapat warna yang sesuai, kontras, dan enak dipandang.

——————————————————————————————————————–

Terimakasih sudah membaca artikel tentang Apa itu Teori Warna! Jangan lupa untuk kunjungi aajwprinting.com atau albertpromotion.com untuk kebutuhan cetakan atau barang promosi kalian ya!

——————————————————————————————————————–

Sumber:

https://www.tigercolor.com/color-lab/color-theory/color-harmonies.htm

https://www.shutterstock.com/image-vector/color-circle-12-colors-224696710

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *